Perkuat Mitigasi, Pemerintah Susun Peta Bahaya Banjir di Sumatra

1 hour ago 15

Perkuat Mitigasi, Pemerintah Susun Peta Bahaya Banjir di Sumatra

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Banjir di Kabupaten Tapanuli Utara Sumatera Utara. ANTARA/HO-Pusdalops Sumut

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah melalui Badan Informasi Geospasial (BIG) tengah menyusun peta bahaya banjir di Sumatra.

Penyusunan peta itu disebut sebagai upaya memperkuat mitigasi pascabanjir yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada November 2025 lalu.

Saat ini, tim dari BIG turun ke wilayah terdampak banjir Sumatera untuk memperkuat penyediaan data geospasial sebagai dasar percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Hingga 2028, BIG menargetkan pemetaan wilayah terdampak di 52 kabupaten/kota yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, termasuk wilayah lain yang memiliki potensi bahaya banjir.

Deputi Bidang Informasi Geospasial Tematik BIG Antonius B. Widjanarto menjelaskan kesamaan referensi geospasial menjadi kunci agar berbagai pihak dapat mengambil keputusan berdasarkan data yang konsisten.

Menurut dia, penanganan pascabencana tidak cukup hanya dengan mengetahui berapa besar kerusakan, tetapi juga harus diketahui secara tepat di mana lokasi terdampak, bagaimana karakteristik bahayanya, serta bagaimana kondisi wilayah tersebut sebelum dan setelah bencana.

“Informasi geospasial menjadi salah satu fondasi untuk memastikan intervensi rehabilitasi dan rekonstruksi tepat lokasi, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ucap Antonius, dikutip Jumat (18/9).

Antonius menyebutkan BIG tidak hanya memetakan lokasi yang telah mengalami banjir. Pemetaan juga diarahkan untuk mengidentifikasi karakteristik bahaya, seperti potensi genangan, luas wilayah terdampak, dan kedalaman genangan dengan mempertimbangkan kondisi topografi.

Pemerintah melalui Badan Informasi Geospasial (BIG) tengah menyusun peta bahaya banjir di Sumatera.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |