jatim.jpnn.com, TRENGGALEK - Pemerintah Kabupaten Trenggalek menindaklanjuti penemuan struktur bata kuno yang diduga sebagai objek diduga cagar budaya (ODCB) di kawasan Sendang Kamulyan, Desa Kamulan, Kecamatan Durenan.
Lokasi tersebut merupakan kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai tempat ditemukannya Prasasti Kamulan, salah satu sumber sejarah yang menjadi dasar penetapan Hari Jadi Kabupaten Trenggalek.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Trenggalek, Toni Widianto, mengatakan temuan tersebut berawal dari laporan masyarakat dan pemerintah desa yang kemudian ditindaklanjuti dengan peninjauan lapangan bersama pegiat sejarah.
"Hari ini kami melakukan identifikasi awal terhadap struktur yang ditemukan di bawah genangan air. Selanjutnya hasil pendataan dan pengukuran akan kami koordinasikan dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Trowulan untuk mendapatkan kajian lebih lanjut," kata Toni, Senin (16/6).
Tim melakukan pendokumentasian struktur, pengukuran dimensi temuan, serta menggali informasi dari warga sekitar untuk melengkapi data pendukung.
Menurut pegiat Sejarah Trenggalek (Pesat), Harmaji, dugaan sementara temuan tersebut berkaitan dengan sistem pengelolaan air pada masa lampau.
"Dugaan awal masih berkaitan dengan konstruksi pengelolaan air, bisa berupa saluran, bak kontrol, atau sistem penampungan yang saling terhubung. Namun untuk memastikan fungsi dan periodisasinya tetap memerlukan kajian lebih lanjut dari pihak yang berwenang," ujarnya.
Selain struktur bata, tim juga menemukan indikasi saluran air buatan yang menghubungkan beberapa bagian bangunan di lokasi tersebut.





































