jpnn.com, JAKARTA - Perum Bulog memastikan kondisi ketahanan pangan nasional dalam posisi yang kuat. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan bahwa stok beras nasional yang dikelola perusahaan saat ini telah menembus angka 5,23 juta ton.
Cadangan beras dalam jumlah besar ini disiapkan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di seluruh wilayah Indonesia hingga tahun mendatang.
"Untuk seluruh Indonesia stok (cadangan beras pemerintah yang dikelola) Bulog itu sekarang sudah mencapai 5,23 juta ton. Dan ini bisa untuk ketahanan pangan kita sampai tahun depan," ujar Rizal saat memberikan keterangan di Jakarta, Kamis (7/5).
Ia memastikan ketersediaan stok tersebut cukup menghadapi potensi gangguan produksi pangan, termasuk ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi pada pertengahan hingga akhir tahun mendatang.
Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pasokan beras nasional karena pemerintah memiliki cadangan pangan memadai yang terus dijaga kualitas dan distribusinya melalui pengelolaan gudang secara optimal.
Ahmad Rizal juga mempersilakan masyarakat mengecek langsung kondisi gudang Bulog di berbagai daerah guna memastikan transparansi pengelolaan stok beras nasional yang saat ini disebut dalam kondisi melimpah.
Ia menegaskan gudang Bulog terbuka bagi publik untuk mengecek stok beras secara langsung sebagai upaya memperkuat transparansi dan edukasi ketahanan pangan nasional.
Kebijakan keterbukaan tersebut merupakan arahan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman agar masyarakat dapat mengetahui kondisi nyata stok beras pemerintah di gudang Bulog.











































