jpnn.com, BANDUNG - Pagi yang tenang di kawasan Plaza Cikapundung River Side, Kota Bandung, berubah menjadi penuh semangat pada Sabtu (9/5).
Puluhan anak muda yang tergabung dalam Kelompok Pecinta Alam dan Lingkungan Hidup (KPALH) Gandawesi FPTI UPI memutuskan untuk turun langsung ke aliran sungai yang mulai mengering dan berlumpur demi mengangkat tumpukan limbah plastik.
Kegiatan kolaboratif bertajuk Gandawesi X River CleanUp ini dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Tanpa ragu, para mahasiswa dan relawan mengenakan sarung tangan dan membawa karung sampah untuk menyisir setiap sudut sungai dari sampah plastik, kain bekas, hingga limbah rumah tangga yang tersangkut di dasar sungai yang pekat.
"Aksi ini adalah bentuk kepedulian nyata. Kita tidak boleh hanya berpangku tangan melihat kondisi sungai yang semakin memprihatinkan," kata Ketua Dewan Pengurus KPALH Gandawesi FPTI UPI, Muhamad Rizki, Sabtu (9/5).
Rizki menjelaskan bahwa konsep terjun langsung ke sungai sengaja dipilih untuk menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap lingkungan. Baginya, edukasi melalui pengalaman nyata jauh lebih efektif dan membekas daripada sekadar teori di kelas.
“Cikapundung ini bagian penting dari Bandung. Kalau kita hanya mengeluh soal sampah tapi tidak turun tangan, kondisi sungai tidak akan berubah,” tegasnya.
Dukungan penuh juga datang dari pihak akademisi. Dosen Pembimbing KPALH Gandawesi sekaligus Dosen Teknik Logistik FPTI UPI Wiku Larutama mengapresiasi inisiasi kolaborasi ini.
Dia melihat adanya semangat persatuan antara berbagai himpunan mahasiswa prodi lain dan komunitas River CleanUp.










































