jpnn.com, JAKARTA - Eks Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam, kembali terseret dalam laporan dugaan korupsi ke Komisi Pemberantasan Korupsi. Kali ini, Koalisi Sulawesi Tenggara Bersih resmi melaporkan mantan gubernur terkait dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam pengambilalihan dan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah untuk Universitas Sulawesi Tenggara.
Perwakilan koalisi, Aman Arif, menduga ada konflik kepentingan dalam alokasi APBD untuk kampus swasta tersebut. "Kami menduga ada penyalahgunaan kewenangan dan konflik kepentingan dalam pengalokasian APBD untuk Unsultra," kata Aman kepada wartawan, Jumat (8/5).
Koalisi mempersoalkan pendirian Yayasan Pendidikan Tinggi Sulawesi Tenggara pada 2010. Yayasan baru ini disebut mengambil alih aset Unsultra dari yayasan lama yang berdiri sejak 1967. Menurut Aman, Nur Alam membuat akta yayasan baru saat masih menjabat gubernur sekaligus tercatat sebagai ketua pembina. Hal ini dinilai menimbulkan konflik kepentingan karena yayasan sebelumnya didirikan oleh pemerintah daerah.
Selain itu, koalisi menyoroti alokasi APBD Provinsi Sultra periode 2014–2021 untuk pembangunan dan pengadaan aset di Unsultra. Nilai yang dipertanyakan antara lain pembangunan gedung Unsultra senilai Rp9,1 miliar serta pengadaan meubelair, kursi, dan meja kerja pejabat Unsultra yang totalnya mencapai lebih dari Rp12 miliar.
"Belanja modal itu seharusnya digunakan untuk kepentingan kegiatan pemerintahan daerah, bukan untuk aset perguruan tinggi yang berada di bawah naungan yayasan milik Nur Alam dkk," tegas Aman.
Koalisi Sultra Bersih menilai perbuatan tersebut memenuhi unsur pidana korupsi sesuai Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, yakni penyalahgunaan kewenangan yang menguntungkan diri sendiri atau korporasi serta merugikan keuangan negara. Aman mengatakan pihaknya telah menyerahkan berbagai dokumen pendukung ke KPK dan berharap lembaga antirasuah segera menindaklanjuti laporan ini. "KPK harus bergerak karena kerugian negaranya tidak main-main, sampai Rp12 miliar lebih," pungkas Aman. (tan/jpnn)
Video Terpopuler Hari ini:









































