jpnn.com - Sekretaris Jenderal NasDem Hermawi Taslim menyebut usul Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait periodisasi ketum partai menjadi masukan berharga parpol di Indonesia.
"Menurut saya merupakan masukan yang berharga buat kita semua termasuk buat partai-partai," kata dia menjawab awak media, Kamis (23/4).
Namun, kata Hermawi, urusan kepemimpinan partai sebenarnya tidak sederhana seperti kajian yang dibuat KPK, sehingga memunculkan periodisasi jabatan ketum.
"Ada multi aspek yang menentukan seorang dipilih menjadi ketua umum. Banyak sekali pertimbangan dan varian seorang tokoh itu masih dipertahankan oleh sebuah partai," ujar dia.
Hermawi menuturkan NasDem terkait kaderisasi, menjadi partai yang terdepan melaksanakan hal tersebut melalui program Akademi Bela Negara (ABN).
Menurutnya, ABN menjadi sentral kawah candradimuka kaderisasi berjenjang NasDem mulai dari tingkat pusat sampai kecamatan.
"Setiap tahun seluruh provinsi bergiliran datang mengikuti kaderisasi di Jakarta, dan ada juga di tingkat provinsi dan kabupaten, yang frekuensinya bervariasi tergantung bujet yang tersedia," kata Hermawi.
Lembaga antirasuah dalam kajian yang dilakukan Direktorat Monitoring KPK pada 2025 menemukan beberapa persoalan dalam tata kelola parpol.








































