jpnn.com - Nahdlatul Ulama akan menyelenggarakan Muktamar ke-35 pada Juli–Agustus 2026, didahului oleh Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) pada April 2026.
Rais Aam Miftachul Akhyar menyebut rangkaian ini sebagai momentum untuk “membuka lembaran baru” bagi perjalanan organisasi.
Namun, setiap lembaran baru hanya bermakna jika ia ditulis dengan nilai yang baru pula.
Jika tidak, ia hanya menjadi pengulangan dari problem lama dalam format yang berbeda.
Dalam konteks ini, Muktamar NU tidak cukup dimaknai sebagai forum pergantian kepemimpinan, tetapi harus dibaca sebagai arena penentuan arah moral organisasi.
Di titik itulah, satu prinsip perlu ditegaskan secara terang: ABUKTOR—Asal Bukan Koruptor.
Arena Kepercayaan Sosial
Prinsip itu penting karena realitas yang dihadapi PBNU saat ini yang mengalami krisis kepercayaan.








































