jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai kubu Presiden ketujuh RI Joko Widodo (Jokowi) yang diasosiasikan dengan poros Solo, sulit bergerak memainkan manuver politik pada Pilpres 2029.
Terutama, kata dia, saat kondisi PSI tak masuk parlemen dan ambang batas parpol yang dipimpin Kaesang Pangarep tetap di bawah empat persen.
"Selama PSI masih di bawah ambang batas parlemen, maka Jokowi tidak akan banyak lakukan manuver," kata Dedi melalui layanan pesan, Jumat (11/9).
Dia mengatakan poros Solo hanya dalam kondisi menunggu pada Pilpres 2029, sembari melihat berbagai kemungkinan.
Dedi mengatakan langkah Ketum ProJo Budi Arie Setiadi berbicara percepatan pemilu hanya bentuk cek ombak melihat kemungkinan poros Solo bisa maju Pilpres 2029.
"Jika jalan Jokowi terbuka membuat poros sendiri, dia tentu akan melakukannya," katanya.
Dedi menyebutkan tak pastinya poros Solo berkontestasi membuat Golkar condong bersama petahana, Prabowo Subianto yang diasosiasikan dengan kubu Hambalang.
"Golkar dalam kondisi sekarang belum cukup kuat memunculkan figur sendiri, sehingga peluang terbesarnya akan membersamai Prabowo," kata pengamat politik itu.

















































