jpnn.com, BANDA ACEH - Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, mengusulkan bantuan dana pusat sebesar Rp 150 miliar untuk memulihkan sektor pertanian yang hancur akibat bencana hidrometeorologi.
"Pemkab Pidie Jaya mengusulkan dukungan sekitar Rp150 miliar untuk pemulihan lahan pertanian terdampak bencana hidrometeorologi akhir November 2025," kata Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi di Pidie Jaya, Minggu.
Pernyataan tersebut disampaikan Sibral Malasyi ketika mendampingi tim lintas kementerian saat meninjau wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie Jaya.
Bupati mengatakan percepatan pemulihan menjadi prioritas. Masyarakat membutuhkan dukungan pemulihan lahan, seperti endapan lumpur di areal persawahan serta rehabilitasi jaringan irigasi.
Pemkab Pidie Jaya, kata dia, juga mendorong kajian cepat dan pemetaan areal guna menentukan lahan sawah yang masih dapat rehabilitasi atau tidak dan membutuhkan areal alternatif lainnya.
"Percepatan pemulihan lahan ini harus menjadi prioritas sehingga masyarakat terdampak bencana bisa kembali bekerja dan memperoleh penghasilan. Karena itu, lahan pertanian harus kembali produktif," katanya.
Luas lahan pertanian yang terdampak bencana hidrometeorologi mencapai 1.607 hektare dari 8.500 hektare total luas lahan pertanian di Kabupaten Pidie Jaya.
Dari 1.607 hektare lahan pertanian terdampak bencana tersebut, seluas 259 hektare dengan kondisi rusak berat, 143 rusak sedang, dan 1.225 hektare rusak ringan.









































