jpnn.com - JAKARTA - Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin mengatakan bahwa Nahdlatul Ulama atau NU ke depan perlu kembali mengacu pada nilai-nilai yang telah diwariskan para ulama dan pendiri organisasi.
Dasar atau nilai-nilai yang telah diwariskan para ulama dan pendiri NU itu ada di dalam qanun asasi.
Menuurut Gus Kikin, qanun asasi bukan sekadar dokumen organisasi, tetapi menjadi pijakan penting untuk memastikan struktur, peran dan arah kebijakan NU tetap sesuai dengan cita-cita awal berdirinya organisasi.
“Tinggal dikembalikan saja. Struktur dan peran organisasi disesuaikan sedekat mungkin dengan pesan para pendiri dan ulama, agar NU ke depan menjadi lebih sejuk dan kompak,” ujar Gus Kikin.
Ia menilai penguatan kembali qanun asasi penting dilakukan agar NU tidak kehilangan ruh perjuangannya di tengah dinamika organisasi dan perkembangan zaman.
Sementara itu, soal namanya yang menguat di bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin mengaku siap menjalankan amanah apabila dipercaya atau mendapat penugasan untuk maju sebagai caketum.
Dia menegaskan, jabatan bukan menjadi tujuan utama dalam berkhidmat di NU. Menurutnya, setiap kader harus siap menjalankan amanah organisasi di posisi apa pun.
“Berkhidmat di NU itu mau di posisi mana pun, bisa berkhidmat. Yang jadi pertimbangan utama adalah bagaimana berkhidmat untuk menjadikan masyarakat lebih berkat,” katanya.









































