jpnn.com, JAKARTA - Pertumbuhan industri kecantikan dan estetika di Indonesia turut didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan kulit dan penampilan.
Selain itu, perkembangan teknologi kecantikan serta masifnya informasi di media digital membuat masyarakat semakin mudah mengenal berbagai pilihan treatment dan prosedur estetika.
Kondisi tersebut membuka peluang bagi pelaku industri klinik kecantikan untuk terus berkembang, terutama bagi penyedia layanan yang mampu menggabungkan teknologi, tenaga medis profesional, kualitas pelayanan, dan pengalaman pelanggan. Kota-kota di luar pusat metropolitan pun mulai menjadi pasar potensial seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perawatan estetika.
Hal itu mendorong Babies Glow Aesthetic Clinic membuka cabang terbaru di Jalan Kolonel Marhadi, Madiun, Jawa Timur. Kehadiran klinik kecantikan ini menjadi bagian dari strategi ekspansi perusahaan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kecantikan dan perawatan estetika yang kini semakin diminati.
"Tren tersebut sejalan dengan pertumbuhan industri estetika secara global," kata GM Babies Glow Aesthetic Clinic, Ifa Amirunisa, Minggu (9/8).
Data International Society of Aesthetic Plastic Surgery (ISAPS) mencatat total prosedur estetika bedah dan non-bedah di dunia mencapai sekitar 38 juta tindakan pada 2024, menunjukkan besarnya permintaan masyarakat terhadap layanan estetika modern.
Dia mengatakan pembukaan cabang Madiun merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk membawa layanan estetika lebih dekat kepada masyarakat di berbagai daerah. Ekspansi jaringan juga dilakukan untuk memberikan pilihan perawatan yang lebih mudah diakses tanpa harus pergi ke kota besar.
“Kami melihat kebutuhan masyarakat terhadap layanan estetika yang aman, nyaman, dan profesional terus meningkat,” ujarnya.









































