jpnn.com, JAKARTA - Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul bersama delegasi mengunjungi Kantor Cabang Permata Bank di Jalan MH Thamrin, Jakarta, pada 4 Agustus 2026.
Kunjungan tersebut disambut Presiden Bangkok Bank sekaligus Komisaris Utama Permata Bank Chartsiri Sophonpanich dan Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli.
Kunjungan PM Thailand ke Permata Bank mencerminkan semakin eratnya hubungan ekonomi Indonesia dan Thailand. Sektor perbankan dinilai memiliki peran penting dalam menghubungkan dunia usaha kedua negara, terutama dalam mendorong perdagangan, investasi, dan ekspansi bisnis lintas negara.
Lawatan PM Anutin ke Jakarta juga menjadi bagian dari rangkaian kunjungan resmi Perdana Menteri Thailand ke Indonesia. Pertemuan ini melanjutkan momentum hubungan bilateral setelah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan resmi ke Thailand pada Mei 2025.
Kantor Cabang Permata Bank Thamrin memiliki nilai historis dalam hubungan bisnis Indonesia-Thailand. Bangkok Bank mulai beroperasi di Indonesia sejak 1968 untuk melayani serta mendukung pelaku usaha dan investor Thailand yang mengembangkan perdagangan maupun investasi di pasar Indonesia.
Setelah Permata Bank bergabung dengan Bangkok Bank Group, gedung tersebut menjadi kantor cabang Permata Bank hingga saat ini. Chartsiri Sophonpanich mengatakan gedung itu menyimpan bagian penting dari perjalanan panjang Bangkok Bank di Indonesia.
“Ketika nasabah kami berbagi pengalaman bisnis kepada Perdana Menteri dan delegasi Thailand, mereka turut memperkuat hubungan Indonesia dan Thailand. Melalui pertukaran seperti inilah potensi dua ekonomi kita benar-benar dapat terbuka,” ujar Chartsiri, dalam keterangan resminya dikutip Minggu (9/8).
Kemitraan tersebut kini diwujudkan melalui berbagai layanan Permata Bank, mulai dari corporate banking, transaction banking, trade finance, treasury, hingga advisory. Layanan tersebut digunakan untuk mendampingi perusahaan Indonesia yang ingin berekspansi secara regional maupun perusahaan Thailand yang mengembangkan bisnisnya di Indonesia.









































