Sahroni Miris Rumah Doa Digeruduk Massa, Minta Aparat Tindak Tegas Pelaku Intoleran

4 hours ago 13

Sahroni Miris Rumah Doa Digeruduk Massa, Minta Aparat Tindak Tegas Pelaku Intoleran

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni di Kompleks Parlemen, Jakarta. ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi/am.

jpnn.com - Rumah doa milik Jemaat Persekutuan Oikumene Umat Kristen (POUK) Tesalonika, Teluknaga, Kabupaten Tangerang digeruduk massa seusai ibadah Jumat Agung, Jumat (3/4/2026).

Para jemaat pun langsung kembali pulang setelah Jumat Agung selesai.

Penutupan rumah doa tersebut dilakukan langsung oleh Satpol PP Kabupaten Tangerang.

Mereka memasang stiker segel pada rumah doa tersebut karena belum memiliki Perizinan Bangun Gedung (PBG).

Melihat kejadian itu, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni pun mengaku miris.

Legislator Senayan itu menyayangkan masih adanya pihak yang menggunakan cara intimidatif terhadap kegiatan agama lain.

"Saya sangat kecewa dan miris melihat kejadian ini, apalagi dilakukan oleh orang-orang yang mengaku beragama dan menjunjung moral, tetapi caranya justru intimidatif dengan membawa massa menggeruduk rumah ibadah di hari besar keagamaan. Ini jelas mencederai nilai toleransi di negara yang berlandaskan Pancasila," kata Sahroni dalam keterangannya hari ini, Senin (6/4/2026).

Sahroni pun meminta seluruh pihak membiasakan diri menempuh jalur-jalur yang telah disediakan negara, jika menemukan sesuatu perkara atau ketidaksesuaian.

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni miris melihat aksi intoleran saat massa menggeruduk rumah doa di Teluknaga, Tangerang. Minta aparat bertindak tegas.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |