jpnn.com, JAKARTA - Di tengah konflik Iran versus Amerika Serikat (AS)-Israel, pemerintah Indonesia memutuskan tidak lagi melakukan impor bahan bakar minyak (BBM) dari Timur Tengah.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan Indonesia hanya mengimpor minyak mentah (crude oil) dari Timur Tengah sebesar 20 persen dari total impor.
Sedangkan untuk BBM, pemerintah akan mendatangkan dari Afrika, Amerika Selatan, dan di negara Asia Tenggara.
"Jadi, minyak mentahnya itu 20 persen memang dari Middle East. Sisanya kami dapat dari Angola, Nigeria, Brasil kemudian sebagian Amerika, sebagian dari Malaysia," kata Bahlil dikutip Sabtu (14/3).
Bahlil melaporkan kebutuhan BBM jenis solar saat ini sudah dapat dipenuhi dari dalam negeri.
Menurutnya, hal itu didukung oleh program pencampuran biodiesel dan telah beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.
Bahlil mengatakan produk BBM Indonesia yang masih mengimpor dari negara lain hanya berjenis bensin.
“Pasokan tersebut didapatkan dari Malaysia dan Singapura,” katanya.










































