jpnn.com, JAKARTA - Rektor Binus University Nelly mengungkap kekhawatiran mengenai kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.
Di tengah perubahan teknologi yang berkembang pesat, perusahaan kini tidak hanya mencari lulusan dengan gelar akademik, tetapi pengalaman kerja, keterampilan praktis, serta kemampuan beradaptasi.
Survei global dari Manpower Group menyebutkan 77 persen perusahaan masih kesulitan menemukan talenta dengan keterampilan yang sesuai.
Kondisi itu menunjukkan tantangan utama saat ini tidak lagi hanya pada ketersediaan lapangan kerja, tetapi pada kesiapan lulusan dalam memenuhi tuntutan dunia profesional.
“Saat ini yang menjadi kekhawatiran orang tua bukan hanya apakah anak bisa lulus, tetapi apakah setelah lulus anak mereka bisa langsung terjun seutuhnya dalam dunia kerja. Anak mereka bisa berkarya seutuhnya, baik sebagai profesional maupun lapangan kerja menjadi entrepreneur," kata Nelly dikutip dari keterangan tertulis pada Rabu (6/5).
Transformasi pendidikan tinggi yang didorong Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dalam beberapa tahun mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat keterhubungan dengan industri.
Menyusul kebutuhan tersebut, Nelly menyatakan kampus naungannya fokus mengintegrasikan pengalaman industri dan pengembangan keterampilan ke dalam kurikulum secara terstruktur.
Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga dipersiapkan untuk lebih siap beradaptasi dengan dinamika dunia profesional yang dinamis.










































