BBM Non-Subsidi Naik Lagi, Pengamat Sebut Masih Wajar, Ikuti Mekanisme Pasar

4 hours ago 17

BBM Non-Subsidi Naik Lagi, Pengamat Sebut Masih Wajar, Ikuti Mekanisme Pasar

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Pengamat berkomentar mengenai harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang naik untuk kedua kalinya. Ilustrasi. Foto: Dokumentasi Humas Pertamina

jpnn.com, JAKARTA - Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menanggapi mengenai harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang naik untuk kedua kalinya.

Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah yang tidak terhindarkan bagi pemerintah dan operator di tengah fluktuasi kondisi energi global saat ini.

Fahmy menilai keputusan penyesuaian harga tersebut didasari pada fluktuasi harga komoditas minyak mentah di pasar internasional.

"Jadi, pada saat harga minyak dunia naik, maka ya dia akan menaikkan. Pada saat turun, dia akan diturunkan gitu ya," ujar Fahmy kepada Jpnn.com, Rabu (6/5).

Dia mengungkapkan pemerintah sebelumnya sempat berupaya untuk menahan laju kenaikan harga tersebut.

Namun, tekanan pasar yang besar membuat kebijakan penyesuaian harga akhirnya harus diambil untuk menjaga keseimbangan beban operasional.

Menurut Fahmy, kenaikan yang terjadi untuk kedua kalinya itu masih dalam kategori yang bisa dimaklumi sesuai perkembangan harga dunia.

Dia menyebut tidak menutup kemungkinan akan adanya penyesuaian harga kembali di masa mendatang jika tren pasar terus meningkat.

Pengamat berkomentar mengenai harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang naik untuk kedua kalinya.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |