jpnn.com, JAKARTA - Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pasar telah merespons pergantian mentri atau reshuffle Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan RI.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah 58 poin pada perdagangan Senin (14/9) menjadi terparkir Rp 17.661.
Pada penutupan sebelumnya di level Rp 17.611 per USD.
"Momentum saat ini Purbaya di reshuffle sudah bom waktu yang sudah cukup lama, kita lihat bahwa Purbaya ini bersih. Selalu bersih-bersih di Kementerian di Pajak dan Bea Cukai. Bisa saja ini banyak sekali musuhnya terutama dari partai politik," kata Ibrahim, Senin (14/9).
Di sisi lain pelemahan rupiah dipicu oleh gejolak perekonomian global, seperti tingginya harga energi, suku bunga global yang bertahan tinggi, serta perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia.
"Oleh karena itu, pemerintah dinilai masih memiliki ruang untuk melakukan efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 tetap di bawah tiga persen terhadap produk domestik bruto (PDB)," jelas dia.
Ibrahim menyebut menjaga defisit APBN 2026 di bawah tiga persen memang membutuhkan koreksi belanja yang cukup dalam.
Dia juga menyoroti MBG menjadi salah satu program yang masih memiliki ruang untuk diefisienkan. MBG justru termasuk program yang masih layak diperluas efisiensinya.

















































