Psikolog Klinis Mengulas Kiat Memutuskan Hubungan Tidak Sehat

4 hours ago 21

Psikolog Klinis Mengulas Kiat Memutuskan Hubungan Tidak Sehat

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Hubungan tidak sehat. Ilustrasi berpacaran. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA – Upaya untuk mengakhiri hubungan yang tak sehat tidak selalu mudah, bahkan meskipun individu yang bersangkutan sudah melihat tanda-tanda bahaya.

Demikian dikatakan Psikolog Klinis Dra. A. Kasandra Putranto.

Psikolog lulusan Universitas Indonesia itu menekankan pentingnya memprioritaskan keamanan diri dalam upaya untuk mengakhiri hubungan tidak sehat dan membahayakan.

"Ketika sebuah hubungan menunjukkan banyak tanda bahaya, terutama jika sudah mengarah pada perilaku agresif, mengontrol, mengintimidasi, atau membuat seseorang merasa takut, maka keselamatan diri perlu menjadi prioritas utama," katanya ketika dihubungi ANTARA dari Jakarta pada Rabu.

Jika pasangan pernah bertindak agresif, mengancam, menguntit, atau menunjukkan perilaku yang tidak stabil secara emosional, ia mengatakan, maka pemutusan hubungan sebaiknya dilakukan di lingkungan yang aman.

"Memutuskan untuk melakukannya di tempat yang aman atau dengan dukungan orang lain yang dipercaya," katanya.

Sebelum mengakhiri hubungan, menurut dia, individu yang bersangkutan sebaiknya membangun sistem pendukung dengan memberitahukan rencananya kepada keluarga, teman dekat, atau orang yang dapat dipercaya.

Upaya itu diperlukan karena individu yang memiliki kecenderungan mengontrol biasanya berusaha membuat pasangan merasa kesepian dan sangat bergantung padanya.

Psikolog Klinis Dra. A. Kasandra Putranto mengatakan, mengakhiri hubungan yang tidak sehat tak selalu mudah.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |