jpnn.com, JAKARTA - Keberhasilan pendidikan saat ini tidak hanya diukur dari penguasaan teori, tetapi juga dari kompetensi nyata yang dimiliki mahasiswa sesuai kebutuhan industri.
Melihat kondisi itu, Pradita University menghadirkan terobosan pembelajaran berbasis industri dengan menggandeng Ascott International Management Indonesia dan Harris Hotel & Convention Serpong.
Executive Director Unit Edukasi PT Summarecon Agung sekaligus Ketua Yayasan Pendidikan Pradita Indonesia, Aida Halim mengatakan saat ini kebutuhan industri terhadap lulusan yang siap kerja meningkat.
Oleh karena itu, pendidikan tinggi saat ini harus mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan dunia profesional sejak dini.
“Kami ingin menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyata, dinamis, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini,” ujar Aida.
Menurut Aida, kolaborasi tersebut menjadi implementasi nyata pendekatan Outcome-Based Education (OBE) yang diterapkan Pradita University.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) oleh Rektor Pradita University, Prof. Richardus Eko Indrajit, Country Director of People & Culture PT Ascott International Management Indonesia, Albertha Sekundarti, serta General Manager Harris Hotel & Convention Serpong, Lut Abader, yang turut disaksikan oleh Ketua Yayasan Pendidikan Pradita Indonesia, Aida Halim, pada Jumat (19/6).
Dia menekankan lewat konsep living laboratory, mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga merasakan langsung bagaimana industri berjalan sehari-hari.






































