Portugal Imbang Lawan Kongo, Martinez: Kami Kehilangan Sedikit Variasi dalam Serangan

5 hours ago 19

 Kami Kehilangan Sedikit Variasi dalam Serangan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Pelatih Portugal Roberto Martinez bereaksi dari pinggir lapangan selama pertandingan sepak bola Grup K Piala Dunia 2026 antara Portugal dan Republik Demokratik Kongo di Stadion Houston di Houston pada 17 Juni 2026. (Foto: AFP/ RONALDO SCHEMIDT)

jpnn.com - JAKARTA - Tim Nasional Portugal hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Republik Demokratik Kongo pada laga pembuka Grup K Piala Dunia 2026 di Houston Stadium, Amerika Serikat pada Kamis.

Portugal mengawali pertandingan dengan baik setelah Joao Neves membawa Selecao das Quinas unggul pada menit keenam. 

Namun, dominasi mereka perlahan menurun hingga  Kongo menyamakan kedudukan melalui gol Yoane Wissa menjelang turun minum.

Pelatih Portugal Roberto Martinez mengatakan bahwa timnya kehilangan variasi serangan setelah unggul cepat dalam hasil imbang 1-1 melawan Kongo.

“Kami memulai pertandingan dengan sangat baik. Mencetak gol seharusnya menjadi momen yang bagus bagi kami, tetapi tidak terjadi demikian. Saya pikir kami kehilangan sedikit variasi dalam serangan, kehilangan fluiditas dalam penguasaan bola, dan membiarkan mereka kembali menemukan bentuk permainan mereka,” ujar Martinez dalam laman FIFA pada Kamis.

Pelatih asal Spanyol itu mengatakan gol penyama kedudukan membuat kepercayaan diri Kongo meningkat sehingga laga menjadi jauh lebih sulit bagi Portugal.

“Kepercayaan diri yang mereka dapatkan setelah gol itu membuat pertandingan menjadi sangat sulit, tetapi memang seperti itulah yang terjadi di Piala Dunia,” ungkapnya.

Akan tetapi, Martinez tetap mengapresiasi semangat juang para pemainnya yang terus berusaha mencari gol hingga menit akhir.

Portugal imbang lawan Kongo di Piala Dunia 2026, Roberto Martinez akui timnya kehilangan variasi serangan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |