jatim.jpnn.com, PROBOLINGGO - Kepolisian bergerak cepat menangani kasus pencurian tujuh koper dan tas milik wisatawan asal Thailand di pendopo pemberhentian bus, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo pada Minggu (15/2).
Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP I Made Kembar Mertadana mengatakan laporan korban telah diterima secara resmi melalui SPKT dan kini ditangani secara intensif.
“Laporan sudah kami terima. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menangani kasus ini,” kata Made, Senin (16/2).
Dia memastikan jajarannya langsung melakukan serangkaian penyelidikan, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi, hingga penelusuran rekaman CCTV di sekitar lokasi.
Kasus ini menjadi perhatian serius aparat karena menyangkut keamanan wisatawan asing di salah satu destinasi unggulan Jawa Timur. Polisi menegaskan komitmennya untuk mengungkap pelaku sekaligus mengupayakan pengembalian barang-barang milik korban.
Berdasarkan data sementara, kerugian korban ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Sejumlah barang berharga dilaporkan raib, mulai dari uang tunai hingga perangkat elektronik bernilai tinggi.
Salah satu tas merah milik Kanthuma Puk berisi make up, pakaian, serta dompet dengan uang tunai Rp3.251.046 ikut hilang. Backpack hitam-merah milik Chinnapat Jadcharoen juga digondol pelaku, berisi kamera Ricoh GR IV senilai Rp26,5 juta, satu unit iPhone 13 Pro, pakaian, serta earphone.
Sementara itu, backpack hitam milik Ananya Seeda berisi iPad Air 5, Redmi Note 15, serta pakaian juga raib. Dua tas lainnya—masing-masing warna kuning dan hitam—milik Naowarat dan Sawatphiphatphon yang berisi pakaian turut hilang. Selain itu, satu backpack hitam milik Chanidapa Pavichievac juga dilaporkan lenyap.







































