Polisi Bongkar Otak Kericuhan May Day di Bandung, Ternyata

2 days ago 35

Polisi Bongkar Otak Kericuhan May Day di Bandung, Ternyata

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Aksi anarkistis yang dilakukan oleh kelompok anarko dalam momen May Day atau Hari Buruh Internasional di Jalan Cikapayang - Tamansari, Kota Bandung, Selasa (12/5/2026). Foto: Nur Fidhiah Shabrina/JPNN.com

jpnn.com - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrium) Polda Jawa Barat menetapkan 13 orang sebagai tersangka dalam kasus kericuhan aksi May Day di Jalan Cikapayang - Tamansari, Kota Bandung, yang terjadi pada Jumat (1/5/2026). 

Dari 13 orang tersebut, satu di antaranya merupakan otak kericuhan berinisial RR alias Mpe. 

Dia bergerak di wilayah Baleendah dan Banjaran, Kabupaten Bandung, melalui kelompok bernama Selatan Ayaan. 

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jabar, Kombes Pol Ade Sapari mengatakan RR alias Mpe sehari-hari bekerja sebagai tukang sablon. 

Hasil dari pekerjaannya kemudian dipakai untuk membiayai pembuatan bom molotov untuk aksi anarkistis tersebut. 

"Pekerjaannya adalah tukang sablon gitu, swasta. Jadi dia punya biaya lancar. Tapi punya motif untuk melakukan gerakan ini adalah supaya dia dilihat di tim anarkis nasional," kata Ade dalam konferensi pers di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Selasa (12/5/2026). 

Ade menambahkan, RR alias Mpe menghabiskan biaya sekitar Rp 4 juta untuk membiayai kericuhan. 

Menurut dia, para pelaku memang sudah menjadikan Jalan Cikapayang-Jalan Tamansari sebagai lokasi untuk membuat kericuhan.

Polda Jabar menetapkan 13 tersangka kericuhan May Day di Bandung. RR alias Mpe disebut jadi otak asi dan membiayai pembuatan molotov.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |