jpnn.com, JAKARTA - Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Ungaran berpotensi memberikan manfaat bagi kualitas lingkungan, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah pengembangan.
Pernyataan tersebut disampaikan Akademisi Teknik Geologi Universitas Diponegoro (UNDIP) Yoga Aribowo.
“Kalau semakin banyak porsi PLTP, tentu akan berkontribusi positif bagi kualitas lingkungan, baik udara, laut maupun air,” ujar Yoga.
Menurut Yoga, panas bumi memiliki emisi yang relatif rendah. Emisi karbon dioksida (CO2) dari PLTP diperkirakan sekitar 100 gram per kilowatt hour (kWh), sedangkan emisi hidrogen sulfida (H2S) kurang dari 1 gram per kWh.
Dia menjelaskan, energi panas bumi memanfaatkan uap dan air panas yang tersimpan dalam reservoir hingga ribuan meter di bawah permukaan bumi.
Air tersebut merupakan bagian dari sistem reservoir panas bumi, bukan air tanah dangkal yang digunakan untuk sumur. Setelah dimanfaatkan, fluida panas bumi dan dikembalikan ke reservoir melalui proses reinjeksi.
"Dalam pemanfaatannya, air yang telah digunakan kemudian dikembalikan ke dalam lapisan bawah permukaan melalui proses reinjeksi, sehingga sumber daya panas bumi dapat dikelola secara berkelanjutan," jelasnya.
Selain manfaat bagi lingkungan, Yoga menilai pengembangan panas bumi juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

















































