Pimpinan DPR Siap Mundur Jika Gagal Selesaikan RUU Perampasan Aset pada 15 Desember

3 hours ago 12

Pimpinan DPR Siap Mundur Jika Gagal Selesaikan RUU Perampasan Aset pada 15 Desember

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Pimpinan DPR Siap Mundur Jika Gagal Selesaikan RUU Perampasan Aset pada 15 Desember

Setidaknya empat kelompok yang terdiri dari mahasiswa dan unsur masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, hari Kamis ini (27/08).

Mereka adalah Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB), Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM), serta Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4). 

AMPB adalah adalah gerakan yang lahir dari inisiatif warga Pati, Jawa Tengah, yang berawal dari aksi-aksi protes terhadap isu-isu lokal seperti pajak daerah yang tinggi.

Sebelum menghadiri unjuk rasa di Gedung DPR/MPR, Koordinator AMPB Supriyono, alias Botok, mengatakan kepada ABC Indonesia setidaknya ada 750 anggota AMPB dari Pati pada demo hari ini.

Mereka membawa dua tuntutan, yakni hukuman mati untuk koruptor dan kepastian tentang pengesahan RUU Perampasan Aset Koruptor.

"Paling tidak ada jaminanlah ya [RUU Perampasan Aset] itu untuk disahkan," ujarnya.

"Kalau paling lambat katanya Desember, ya kita tanya kepada teman-teman DPR maksimal tanggal berapa dan apa konsekuensinya kalau lewat dari tanggal tersebut belum disahkan, dan itu harus tertulis," kata Botok.

"Jadi itu harus tertulis, kami tegas," kata Botok. 

Sejumlah kelompok masyarakat dan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, hari ini (27/08)

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |