jpnn.com, BENGKULU - Pertamina Patra Niaga melalui Fuel Terminal Pulau Baai menghadirkan ruang kelas darurat di SMPN 19 Kota Bengkulu, Kelurahan Padang Serai, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu, Rabu (26/8).
Fasilitas tersebut merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina Patra Niaga yang ditujukan untuk membantu kegiatan belajar mengajar selama proses pemulihan sarana pendidikan.
Sebelumnya, sebanyak 192 siswa harus mengikuti kegiatan belajar mengajar dalam dua shift, yakni pagi dan siang, akibat keterbatasan ruang kelas.
Dalam kegiatan tersebut, Pertamina Patra Niaga menyerahkan empat unit tenda, 160 unit meja dan kursi, enam papan tulis, serta enam unit kipas blower sebagai fasilitas penunjang ruang belajar sementara.
Dengan tersedianya fasilitas tersebut, kegiatan belajar mengajar siswa kini dapat kembali berlangsung secara lebih normal dan nyaman.
VP Corporate Communications Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora mengatakan kondisi pascakebakaran tidak seharusnya menghambat siswa untuk tetap mendapatkan pengalaman belajar yang layak.
“Pemulihan pascakebakaran tentu membutuhkan proses dan kolaborasi dari berbagai pihak. Yang terpenting bagi kami adalah memastikan anak-anak tetap memiliki ruang untuk belajar, tumbuh, dan mengejar cita-citanya. Semoga kehadiran ruang belajar sementara ini dapat membantu para siswa dan guru kembali menjalankan aktivitas pembelajaran dengan nyaman,” ujar Kitty.
Menurut Kitty, kehadiran Pertamina di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui penyediaan fasilitas, tetapi juga melalui kegiatan yang memberikan nilai tambah bagi penerima manfaat.









































