jpnn.com - ISTANBUL - Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Selasa (8/9) menyatakan negaranya akan terus melawan agresor. Menurut Pezeshkian, Iran akan terus melawan serangan sampai pihak yang dia sebut sebagai "agresor" benar-benar menyesali tindakan mereka.
"Iran senantiasa menentang perang dan memandang penghindaran tindakan yang memicu perang sebagai hal penting demi menjaga kepentingan rakyat serta keamanan kawasan," kata Pezeshkian melalui akun media sosial X.
Dia menegaskan pihaknya akan terus melindungi hak-hak bangsa Iran yang besar. "Namun, sebagaimana Iran telah dengan berani mempertahankan diri dari agresi hingga saat ini, negara ini akan terus melakukan perlawanan dengan penuh kekuatan sampai para agresor benar-benar menyesali tindakan mereka,” katanya.
Dia menyampaikan pernyataan tersebut di tengah konflik AS dan Iran yang masih berlangsung, serta meningkatnya ketegangan di seluruh kawasan. Diketahui, Iran dan AS meneken nota kesepahaman pada Juni menyusul mediasi oleh Pakistan dan Qatar, yang memuat ketentuan mengenai penghentian permusuhan serta kerangka kerja untuk negosiasi lebih lanjut.
Iran menuduh As melanggar nota kesepahaman tersebut dan gagal memenuhi komitmennya. Sementara itu, para pejabat Iran berulang kali menegaskan bahwa operasi militer AS dan blokade laut harus dihentikan agar ketegangan dapat mereda.
Sebelumnya pada Selasa, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi bahwa langkah AS untuk kembali mematuhi komitmen dalam nota kesepahaman Islamabad akan membuka jalan bagi penurunan ketegangan.
Araghchi juga menyebutkan bahwa Iran dan Oman telah mencapai kemajuan signifikan dalam negosiasi mengenai pembentukan jalur transit sementara melalui Selat Hormuz. (antara/jpnn)
















































