jabar.jpnn.com, BOGOR - IPB University melalui program IPB Peduli mengirimkan bantuan pangan berupa sekitar 1,2 ton nasi steril untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut dilepas secara simbolis pada Selasa (8/9/2026) di Science Techno Park (STP) IPB, Taman Kencana, Bogor. Selanjutnya, bantuan dikirim menuju wilayah terdampak melalui jalur darat.
Bantuan nasi steril menjadi salah satu bentuk respons IPB University bersama jejaring alumni dan berbagai mitra untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat di tengah proses penanganan dan pemulihan pascabencana.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT pada 15 Agustus 2026. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang tercantum dalam bahan informasi, pusat gempa berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer. Gempa tersebut juga memicu tsunami yang terdeteksi di sejumlah wilayah pesisir.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Jumat (4/9/2026), bencana tersebut berdampak pada masyarakat di sejumlah wilayah Pulau Flores. Data yang dihimpun mencatat 129 orang meninggal dunia, lebih dari 1.723 orang mengalami luka-luka, sekitar 111.321 warga mengungsi, dan 98.908 rumah mengalami kerusakan.
Sejumlah fasilitas kesehatan, pendidikan, dan tempat ibadah juga dilaporkan terdampak.
IPB University dan Alumni Berkolaborasi
Aksi kemanusiaan tersebut dilakukan melalui IPB Peduli dengan melibatkan Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPA2I) IPB University, Aksi Relawan Mandiri (ARM) Himpunan Alumni IPB, Yayasan Satu Umat Alumni SMAN 70 Jakarta, serta BEM SI yang dihimpun melalui BEM KM IPB.













































