jpnn.com, JAKARTA - Memasuki usia ke-67 tahun dalam mengabdi pada dunia pendidikan Indonesia, Yayasan LIA melalui SMA LIA Jakarta sukses menggelar LIA Junior Debating Championship (LJDC) 2026.
Event itu merupakan sebuah ajang lomba debat bahasa Inggris bergengsi antar-SMP se-DKI Jakarta.
Mengusung tema kritis terkait disrupsi teknologi dan ekologi global, ajang yang digelar perdana pada 31 Agustus hingga 2 September 2026 ini menantang ratusan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk menguji dan merumuskan solusi masa depan.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium SMA LIA, Jalan Pramuka, Matraman, Jakarta Timur ini resmi dibuka oleh Ketua Yayasan LIA, Prof. Dr. Ilza Mayuni, bersama Kepala Sekolah SMA LIA Jakarta, Sunaryo, serta Ketua Pelaksana LJDC, Dea Gemilang Sashi.
"Ajang LJDC 2026 merupakan salah satu agenda utama dalam rangkaian perayaan HUT ke-67 LIA yang bertujuan untuk memacu dan meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris serta berpikir kritis para siswa tingkat SMP," ujar Prof Ilza memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kompetisi tersebut.
Dukungan penuh dari pusat turut ditegaskan oleh Ketua Panitia HUT LIA ke-67, Amur Indri Pawoko.
Menurutnya, inisiatif SMA LIA ini sangat selaras dengan visi besar Yayasan LIA untuk terus melahirkan generasi muda yang cakap berbahasa dan berkomunikasi.
"LIA juga melahirkan generasi muda yang memiliki daya nalar kritis yang tajam dalam memecahkan masalah global," sambungnya.
















































