PISA 2025 Menunjukkan Nilai Literasi dan Sains Indonesia Meningkat Pesat, Keren!

6 hours ago 20

PISA 2025 Menunjukkan Nilai Literasi dan Sains Indonesia Meningkat Pesat, Keren!

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Toni Toharudin menyampaikan hasil PISA 2025. Foto Humas Kemendikdasmen

jpnn.com, JAKARTA - Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) merilis hasil Programme for International Student Assessment atau PISA 2025, yang diikuti 91 negara/ekonomi dan melibatkan lebih dari 760 ribu murid sampel di seluruh dunia. Ini merupakan partisipasi terbesar sejak PISA pertama kali digelar tahun 2000. 

PISA 2025 menunjukkan Indonesia berhasil memperluas akses pendidikan secara masif tanpa mengorbankan kualitas pembelajaran. 

“Di tengah tren skor sains, membaca, dan matematika negara-negara OECD yang menurun selama 25 tahun terakhir, performa pendidikan Indonesia relatif stabil, bahkan Indonesia naik di literasi dan sains," jelas Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Toni Toharudin di Jakarta, Selasa (8/9).

Kemendikdasmen mencatat kenaikan pada dua domain utama PISA 2025, dengan literasi sains, yang menjadi fokus utama asesmen tahun ini, sebagai capaian tertinggi.

Skor sains naik 6 poin, dari 383 pada PISA 2022 menjadi 389. Skor membaca juga naik 6 poin, dari 359 menjadi 365. Sementara itu, skor matematika berada di angka 364.

Pencapaian ini semakin berarti bila melihat _Coverage Index_, yaitu proporsi murid usia 15 tahun yang berada dalam sistem pendidikan formal.

Pada keikutsertaan pertama PISA 2003, _Coverage Index_ Indonesia baru 0,46. Pada PISA 2025, angka ini melonjak hampir dua kali lipat menjadi 0,90. Ini menjadi bukti perluasan akses pendidikan yang signifikan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk sejak Indonesia beralih penuh dari moda _paper based test_ (PBT) ke _computer based test_ (CBT) mulai PISA 2018.

Direktur Pendidikan dan Keterampilan OECD Andreas Schleicher mengapresiasi capaian Indonesia yang dinilai berhasil mengatasi tantangan yang masih dihadapi banyak negara yaitu memperluas akses pendidikan tanpa mengorbankan kualitas.

Kemendikdasmen mengungkapkan hasil PISA 2025 yang menunjukkan nilai literasi dan sains Indonesia meningkat pesat

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |