jpnn.com, JAKARTA - Satu jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 ditemukan di jurang sedalam sekitar 200 meter di wilayah Pegunungan Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan.
Tim SAR gabungan harus menggunakan helikopter Basarnas untuk evakuasi, Rabu pagi.
On Scene Coordinator (OSC) Operasi SAR Andi Sultan mengatakan korban berjenis kelamin laki-laki tersebut sebelumnya ditemukan pada Minggu (18/1) di area jurang dan baru dapat dievakuasi melalui jalur udara setelah kondisi cuaca memungkinkan.
“Pagi ini cuaca cukup mendukung sehingga evakuasi dapat dilakukan menggunakan helikopter Basarnas Dauphin HR-360,” kata Andi yang juga Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Makassar itu dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.
Dia menjelaskan bahwa sebelum dievakuasi melalui udara, jenazah korban terlebih dahulu dievakuasi oleh tim darat dari dasar jurang menuju punggungan Lampeso.
Helikopter Basarnas Dauphin HR-3601 kemudian lepas landas dari Lanud Hasanuddin menuju Lampeso pada pukul 07.47 WITA.
Proses pengangkatan jenazah dilakukan dengan metode hoist menggunakan teknik air landed pada pukul 07.59 WITA.
Selanjutnya helikopter kembali menuju Lanud Hasanuddin dan mendarat pada pukul 08.18 WITA.










































