jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu sore, ditutup melemah 37 poin menjadi Rp 17.762 per USD.
Mata uang garuda melemah atau 0,21 persen dari posisi penutupan sebelumnya Rp 17.725 per USD.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi sentimen eksternal dan domestik yang masih menjadi perhatian pelaku pasar.
Dari eksternal, pasar mencermati perkembangan hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran setelah muncul optimisme terkait kesepakatan yang bertujuan meredakan konflik di Timur Tengah.
"Kesepakatan tersebut, yang mencakup ketentuan yang memungkinkan Iran untuk melanjutkan ekspor minyak dan memperpanjang gencatan senjata sementara negosiasi berlanjut," ujar Ibrahim dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Meski demikian, ketidakpastian masih tinggi karena proses pemulihan produksi energi diperkirakan membutuhkan waktu yang tidak singkat.
Selain itu, sikap Israel yang belum sepenuhnya mendukung kesepakatan tersebut menimbulkan keraguan terhadap keberlanjutan gencatan senjata.
Pelaku pasar juga menanti hasil rapat kebijakan bank sentral AS atau The Fed.







































