Perdamaian Iran-AS Rapuh, Ekonom Minta Pemerintah Tetap Waspada

8 hours ago 16

Perdamaian Iran-AS Rapuh, Ekonom Minta Pemerintah Tetap Waspada

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Kapal patroli milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz. (ANTARA/Xinhua/aa.)

jpnn.com, JAKARTA - Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat meminta pemerintah tetap mengantisipasi gejolak geopolitik global.

Nur Hidayat masih mempertanyakan apakah perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran benar benar telah tercapai, atau dunia sedang merayakan sesuatu yang sesungguhnya masih sangat rapuh?

“Pertanyaan ini penting diajukan karena respons pasar global terhadap perkembangan terbaru di Timur Tengah menunjukkan optimisme yang cukup besar,” ungkap Nur Hidayat dikonfirmasi JPNN, Rabu (17/6).

Dia mengatakan harga minyak dunia sempat turun, pasar saham menguat, dan kekhawatiran mengenai gangguan pasokan energi mereda setelah muncul kesepakatan yang dimediasi Amerika Serikat untuk menghentikan konfrontasi langsung dengan Iran.

Namun, sejarah menunjukkan perdamaian bukan ditentukan oleh penandatanganan kesepakatan, melainkan oleh kepatuhan seluruh pihak terhadap kesepakatan tersebut. 

“Banyak konflik berakhir bukan karena para pihak saling percaya, melainkan karena mereka sama sama lelah berperang,” jelas Nur Hidayat.

Menurut Nur Hidayat, dalam kondisi itu, satu tindakan provokatif saja dapat menghidupkan kembali konflik yang tampak telah mereda.

“Inilah persoalan mendasar yang sedang dihadapi dunia saat ini,” ucap Nur Hidayat.

Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat meminta pemerintah tetap mengantisipasi gejolak geopolitik global.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |