jpnn.com, CIMAHI - Polda Jawa Barat memastikan hasil identifikasi terhadap kiriman satu kantong berisi kerangka manusia pada hari ke enam operasi pencarian bukan merupakan korban longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Kabid Humas Polda Jabar Hendra Rochmawan menyampaikan bahwa tim Disaster Victim Identification (DVI) telah menerima sebuah kantong jenazah yang berisi tulang-belulang dari pos tim Search and Rescue (SAR) hari ini.
“Setelah dilakukan pemeriksaan forensik serta rekonsiliasi data post-mortem dan ante-mortem, tulang tersebut tidak teridentifikasi sebagai korban longsor,” kata dia, Kamis (29/1).
Berdasarkan hasil analisis tim forensik dan DVI, kerangka tersebut diperkirakan telah berusia lebih dari satu tahun, sehingga tidak berkaitan dengan peristiwa longsor yang terjadi di kawasan tersebut.
Polda Jabar menduga kerangka itu berasal dari makam keluarga yang terdampak longsor dan terbawa oleh pergerakan tanah atau aktivitas alat berat saat proses evakuasi.
Selain itu, Polda Jabar juga mengungkapkan adanya satu kasus identifikasi unik, yakni satu jenazah yang sempat ditemukan dalam dua kantong berbeda.
Setelah dilakukan pencocokan data forensik, kedua kantong tersebut dipastikan berasal dari jenazah yang sama dan kemudian direkonsiliasi sehingga saat ini masih terdapat 13 jenazah yang belum teridentifikasi dan masih menjalani proses identifikasi lanjutan.
"Terdapat satu jenazah yang teridentifikasi sama dengan jenazah pada kantong lainnya sehingga dari dua kantong jenazah tersebut kami satukan, karena hasil identifikasi menunjukkan jenazah yang sama," tambahnya.













































