jpnn.com, PALEMBANG - Tren penggunaan mobil listrik di Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu terus menunjukkan pertumbuhan pesat.
PT PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu (UID S2JB) mencatat transaksi pengisian daya di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) melonjak hingga 18 kali lipat dibandingkan enam tahun lalu.
Manager Strategi Pemasaran PLN UID S2JB Wahyu Hadi Perdana mengungkapkan peningkatan tersebut sejalan dengan semakin banyaknya masyarakat yang beralih menggunakan mobil listrik atau electric vehicle (EV).
Berdasarkan data PLN, pada 2020 jumlah transaksi pengisian daya mobil listrik di wilayah kerja PLN UID S2JB hanya sekitar 1.800 transaksi dalam setahun, atau rata-rata 150 transaksi setiap bulan.
Namun, angka tersebut mengalami lonjakan signifikan pada 2025.
Dalam empat hingga lima bulan pertama 2025, transaksi pengisian daya telah mencapai sekitar 14 ribu kali, dengan rata-rata hampir 3.000 transaksi per bulan.
Tren positif itu berlanjut hingga 2026 dengan jumlah transaksi bulanan yang tetap berada di kisaran yang sama.
"Jika dibandingkan dengan tahun 2020, peningkatan transaksi pengisian daya kendaraan listrik hingga saat ini mencapai sekitar 18 kali lipat," ungkap Wahyu, Kamis (18/6/2026).







































