jpnn.com - BANDUNG - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tidak mempersoalkan gelombang demonstrasi mahasiswa di sejumlah kabupaten/kota di Jabar.
KDM, panggilan akrab Dedi Mulyadi menegaskan bahwa semua orang, termasuk mahasiswa, punya hak kebebasan berpendapat.
"Ya setiap orang punya kebebasan untuk mengekspresikan gagasannya, pikirannya, dan kritiknya di depan umum," kata Dedi saat ditemui di Gedung Pakuan, Kamis (18/6).
Diketahui, mahasiswa dari berbagai universitas turut menyampaikan aspirasi atas kinerja Pemerintahan Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka di Gedung DPRD Jabar.
Aksi demo mahasiswa itu sudah berlangsung pada Senin (15/8) hingga Kamis (18/6). Rencananya, aksi itu itu masih akan berlanjut sampai Jumat (19/6) besok.
Dedi Mulyadi juga mengimbau mahasiswa agar tetap kondusif melakukan demonstrasi. Menurut dia, yang penting demonstrasinya berjalan dengan baik, tuntutan disampaikan secara terbuka dan konstruktif. “Kami enggak ada problem, kan, sudah biasa ada demo," ungkap Dedi Mulyadi.
Sebelumnya, Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan memastikan aparat kepolisian bersama TNI akan terus mengawal aksi penyampaian pendapat yang dilakukan mahasiswa maupun elemen masyarakat di Jabar. Menurut dia, demonstrasi merupakan bagian dari hak demokrasi yang harus dijamin selama berlangsung secara tertib dan damai. Namun, pelaksanaannya harus tetap mengikuti aturan yang berlaku dan menjaga ketertiban.
"Intinya kami dari kepolisian dibantu aparat keamanan lainnya berkewajiban menjaga seluruh elemen masyarakat yang ingin menyampaikan pendapat. Silakan gunakan hak demokrasinya dengan baik sesuai ketentuan," kata Rudi, Rabu (17/6/). Dia berharap seluruh aksi yang berlangsung di Jawa Barat tetap berjalan damai tanpa mengganggu aktivitas masyarakat lainnya. (mcr27/jpnn)
Video Terpopuler Hari ini:







































