jpnn.com, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menginstruksikan aparatur sipil negara (ASN) untuk bekerja di mana saja atau work from anywhere (WFA) di atas pukul 12.00 WIB pada Rabu (17/6).
Kebijakan tersebut dilakukan karena ada aksi demonsrasi mahasiswi oleh BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) Jawa Barat dengan total massa mencapai 800 orang di Gedung DPRD Jabar.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar Adi Komar mengakui benar ada intruksi yang dikeluarkan oleh Biro Umum Setda Jabar itu. "Iya (betul)," kata Adi saat dikonfirmasi.
Dalam surat edaran tersebut, Biro Umum Setda Jawa Barat mengungkapkan dalam rangka mendukung kelancaran pengamanan kawasan Gedung Sate dan antisipasi dampak aksi demonstrasi, pegawai diimbau tidak membawa roda empat ke kantor karena area parkir gentong akan ditutup untuk pengamanan.
Sedangkan, roda dua diperbolehkan menggunakan area parkir. Pegawai yang membawa roda empat disarankan memarkirkan kendaraannya di area Kantor Pusdai Bandung.
Untuk mendukung mobilitas pegawai, akan disediakan kendaraan antar-jemput dari dan menuju Gedung Sate.
"Setelah pukul 12.00 WIB, pegawai disarankan untuk menjalankan tugas kedinasan di luar kantor untuk meminimalisasi pergerakan dan kepadatan aktivitas di kawasan Gedung Sate selama aksi berlangsung," mengutip surat edaran tersebut.
Selain itu, pengawai untuk menghindari aktivitas yang tidak berkepentingan di sekitar lokasi aksi. Serta para pimpinan agar melakukan pengawasan dan pengendalian agar capaian kerja tercapai.






.jpg)

































