jpnn.com, PONTIANAK - Penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kalimantan Barat tetap berjalan aman dan terkendali.
Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fathul Nugroho menuturkan meski terdapat penyesuaian operasional di Fuel Terminal (FT) Sanggau dan FT Sintang, langkah percepatan telah disiapkan agar suplai masyarakat tetap terjaga dan kondisi segera kembali optimal.
“Distribusi BBM Kalimantan Barat ada sedikit gangguan akibat pendangkalan alur Sungai Kapuas dan debit airnya yang turun, sehingga kapal tanker BBM kandas, terutama di Fuel Terminal Sanggau dan Sintang. Mudah-mudahan dari hasil diskusi dan paparan dari Pertamina Patra Niaga sudah disiapkan skema alternative dan emergency suplainya bisa berjalan dengan baik,” ujar Fathul di Integrated Terminal (IT) Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (17/2).
Fathul menguraikan, sejumlah skema teknis telah dibahas untuk memperkuat kelancaran distribusi, antara lain pemanfaatan tongkang terapung sebagai jetty sementara, sehingga skema bongkar muat dari kapal tanker langsung ke mobil tangki.
PT Pertamina Patra Niaga juga diminta menyusun tenggat waktu yang terukur agar masa transisi berlangsung singkat dan solusi keberlanjutan dapat segera direalisasikan.
“Tentunya ini perlu dipersiapkan solusi yang lebih permanen. Pertamina Patra Niaga perlu membuat timeline alternatif suplai sementara ini untuk berapa lama, dan solusi permanennya kapan akan dilaksanakan,” katanya.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari penataan infrastruktur hilir migas agar lebih adaptif terhadap perkembangan demografi, wilayah, dan perubahan alam untuk tetap mensuplai kebutuhan energi masyarakat secara kontinu.
Sejumlah fasilitas yang telah beroperasi beberapa dekade dipersiapkan untuk direvitalisasi guna memperkuat ketahanan energi dan menjaga ketersediaan stok secara berkelanjutan.











































