jpnn.com, JAKARTA - Mensesneg Prasetyo Hadi menyatakan peluang kesepakatan penurunan tarif perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) masih terbuka lebar.
Hal itu bergantung pada hasil komunikasi langsung antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump dalam kunjungan kerja di Washington D.C.
Prasetyo mengungkapkan hingga saat ini belum ada perubahan resmi mengenai besaran tarif yang ditetapkan untuk Indonesia. Namun, pemerintah Indonesia menargetkan adanya penurunan lebih lanjut melalui jalur negosiasi.
Ia menyebut tidak ada angka pasti dari target penurunan tarif timbal balik dengan Amerika Serikat.
"Kita melihat negara-negara lain saja. Kalau ada yang bisa turun, 18 (persen), mungkin kita ingin turun ke 18, tetapi bukan kita yang menentukan, ini bagian dari upaya negosiasi yang terus kita lakukan," kata Prasetyo di Jakarta, Rabu.
Mensesneg menyampaikan hingga saat ini belum ada perubahan dengan besaran tarif yang ditetapkan untuk Indonesia, yakni 19 persen.
Terkait kemungkinan adanya tawaran baru dari Indonesia untuk menekan tarif lebih rendah, ia menyebut poin-poin yang selama ini diajukan pada dasarnya sudah menjadi bagian dari pembahasan awal.
Meski begitu, dinamika tetap bisa berkembang dalam komunikasi langsung kedua pemimpin.











































