Peluang Penurunan Tarif Perdagangan RI-AS Masih Terbuka Lebar, Mensesneg: Indonesia Incar 18 Persen

3 hours ago 22

 Indonesia Incar 18 Persen

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi ANTARA/ (Muhammad Baqir Idrus Alatas)

jpnn.com, JAKARTA - Mensesneg Prasetyo Hadi menyatakan peluang kesepakatan penurunan tarif perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) masih terbuka lebar.

Hal itu bergantung pada hasil komunikasi langsung antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump dalam kunjungan kerja di Washington D.C.

Prasetyo mengungkapkan hingga saat ini belum ada perubahan resmi mengenai besaran tarif yang ditetapkan untuk Indonesia. Namun, pemerintah Indonesia menargetkan adanya penurunan lebih lanjut melalui jalur negosiasi.

Ia menyebut tidak ada angka pasti dari target penurunan tarif timbal balik dengan Amerika Serikat. 

"Kita melihat negara-negara lain saja. Kalau ada yang bisa turun, 18 (persen), mungkin kita ingin turun ke 18, tetapi bukan kita yang menentukan, ini bagian dari upaya negosiasi yang terus kita lakukan," kata Prasetyo di Jakarta, Rabu.

Mensesneg menyampaikan hingga saat ini belum ada perubahan dengan besaran tarif yang ditetapkan untuk Indonesia, yakni 19 persen.

Terkait kemungkinan adanya tawaran baru dari Indonesia untuk menekan tarif lebih rendah, ia menyebut poin-poin yang selama ini diajukan pada dasarnya sudah menjadi bagian dari pembahasan awal.

Meski begitu, dinamika tetap bisa berkembang dalam komunikasi langsung kedua pemimpin.

Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan hingga saat ini belum ada perubahan resmi mengenai besaran tarif yang ditetapkan untuk Indonesia.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |