jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Pelantikan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (14/9) menarik perhatian pelaku pasar.
Langkah strategis di tengah pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 ini diperkirakan mempengaruhi sentimen pasar dalam jangka pendek, sebelum kembali berfokus pada kepastian arah kebijakan fiskal pemerintah.
Guru Besar Ilmu Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Imamudin Yuliadi menilai bahwa reaksi pasar terhadap pergantian figur ini sifatnya sementara.
Pelaku usaha dan investor dipastikan akan langsung mencermati langkah konkret menteri baru dalam menjaga stabilitas makroekonomi, kesehatan APBN, dan kesinambungan program pembangunan.
"Pasar pasti melihat latar belakang pergantian tersebut dan mengaitkannya dengan kebijakan pemerintah. Pengaruhnya ada, tetapi sementara. Pasar kemudian akan kembali melihat kondisi makroekonomi dan menilai pergantian ini sebagai bagian dari upaya mempertahankan stabilitas ekonomi," ujar Imamudin di UMY, Kamis (17/9).
Satu di antara tantangan utama yang langsung dihadapi Suahasil adalah pengawalan pembahasan RAPBN 2027 bersama DPR.
Pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2027, lebih tinggi dibandingkan target dalam APBN 2026. Untuk mencapai target tersebut, kebijakan fiskal yang terukur dan kredibel menjadi keharusan.
Imamudin menekankan bahwa perubahan kepemimpinan di Kementerian Keuangan tidak seharusnya diikuti dengan perubahan kebijakan secara mendadak.














































