jpnn.com, JAKARTA - Harga Bitcoin bertahan di USD76 ribu meski The Fed menaikkan suku bunga 25 bps ke 3,75%–4,00%.
Kenaikan tersebut tidak langsung menekan Bitcoin (BTC), yang justru bergerak naik dari sekitar USD75.400 menjelang pengumuman ke area USD76.000 setelah keputusan dirilis pada Kamis (17/9).
Chief Marketing Officer INDODAX Aloysia Dian menilai respons tersebut menunjukkan hubungan antara kebijakan makroekonomi dan harga aset kripto tidak selalu berlangsung secara langsung.
“Kebijakan suku bunga tetap menjadi faktor penting, tetapi bukan satu-satunya penggerak pasar kripto. Reaksi harga juga dipengaruhi oleh ekspektasi yang sudah terbentuk sebelumnya, arus dana, sentimen, serta perkembangan spesifik di industri kripto. Dalam kondisi ini, kenaikan suku bunga sudah banyak diantisipasi, sehingga sebagian dampaknya kemungkinan telah tercermin pada harga sebelum keputusan diumumkan,” jelasnya.
Meski Bitcoin menguat setelah pengumuman, arah kebijakan The Fed tetap menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan pasar.
Proyeksi terbaru menunjukkan mayoritas pejabat The Fed masih melihat kemungkinan adanya kenaikan suku bunga lanjutan hingga akhir 2026.
The Fed juga menaikkan proyeksi inflasi 2026 menjadi 3,7% dari sebelumnya 3,6%, sementara proyeksi pertumbuhan ekonomi dinaikkan menjadi 2,3%.
Fokus bank sentral AS tersebut masih tertuju pada pengendalian inflasi. Namun, arah kebijakan berikutnya belum ditentukan dan akan tetap bergantung pada perkembangan data ekonomi.

















































