jpnn.com - MotoGP 2026 berjalan jauh dari bayangan Ducati. Setelah begitu dominan dalam beberapa musim, pabrikan asal Italia itu kini justru tertinggal dalam persaingan dan dipaksa mengejar Aprilia yang tampil mengesankan pada paruh pertama.
Ducati datang ke musim ini dengan status juara bertahan. Pada 2025, pabrikan Borgo Panigale menyapu bersih gelar individu, tim, dan konstruktor.
Tak cuma itu, Ducati juga menempatkan Marc Marquez sebagai kampiun MotoGP 2025.
Namun, cerita berbeda tersaji tahun ini. Dari delapan seri pertama, Ducati baru sekali merasakan kemenangan di balapan utama, yang diraih Marquez di MotoGP Hungaria.
Sebaliknya, Aprilia menjelma menjadi kekuatan baru. Marco Bezzecchi dan Jorge Martin secara bergantian mengantar pabrikan Noale meraih lima kemenangan grand prix.
Manajer Ducati, Davide Tardozzi, tidak menampik bahwa performa timnya berada di bawah ekspektasi.
"Saya datang setelah tes Sepang dengan keyakinan bahwa musim ini akan berjalan menyenangkan bagi kami, bukan justru menjadi mimpi buruk seperti yang terjadi pada beberapa balapan pertama," ucapnya.
Pria berusia 67 tahun itu juga mengakui performa yang ditunjukkan Aprilia benar-benar di luar perkiraan Ducati.







































