jpnn.com - Siapa yang pernah merasakan euforia Kuta Bali pada masa kejayaannya pasti memahami betapa kawasan ini bukan sekadar destinasi wisata.
Kuta adalah simbol kebangkitan pariwisata Indonesia, wajah Bali yang dikenal dunia, sekaligus ruang perjumpaan berbagai budaya dari berbagai penjuru bumi.
Namun, harus diakui, dalam beberapa tahun terakhir denyut kawasan Kuta, khususnya di sekitar Kartika Plaza Hotel, tidak lagi seramai masa-masa emasnya.
Perubahan tren wisata, munculnya destinasi-destinasi baru, hingga dinamika ekonomi global membuat kawasan yang pernah menjadi magnet utama wisatawan ini mengalami perlambatan.
Meski demikian, saya meyakini Kuta belum kehilangan pesonanya. Justru saat ini menjadi momentum yang tepat untuk mengembalikan kejayaan kawasan tersebut melalui inovasi dan kreativitas yang tetap berpijak pada sejarah serta karakter lokalnya.
Tidak banyak yang mengetahui bahwa sekitar enam abad lalu kawasan Kartika Plaza Hotel merupakan perkampungan nelayan dan pelabuhan kecil di pesisir Kuta.
Kawasan ini hidup dari aktivitas masyarakat pesisir yang menggantungkan kehidupannya pada laut.
Sejarah panjang tersebut menunjukkan bahwa Kartika Plaza Hotel sejak awal merupakan kawasan yang terbuka terhadap interaksi dan pergerakan manusia.







































