jpnn.com, SAN DIEGO - Pemerintah Republik Indonesia dan Republik Kazakhstan telah melaksanakan Pertemuan Sidang Komisi Bersama (SKB) kedua RI-Kazakstan di Astana, Kazakstan pada Senin (11/5).
Pertemuan tersebut dipimpin secara bersama oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Deputi Perdana Menteri – Menteri Ekonomi Nasional Republik Kazakhstan Serik Zhumangarin, serta dihadiri delegasi dari kedua negara.
Pelaksanaan SKB kedua RI-Kazakstan tersebut menjadi momentum penting dalam hubungan ekonomi bilateral Indonesia–Kazakhstan.
Forum tersebut menandai pengaktifan kembali mekanisme kerja sama bilateral yang terakhir kali diselenggarakan pada tahun 2013.
Pertemuan ini juga berlangsung dalam momentum strategis menjelang implementasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (Indonesia–EAEU FTA) yang telah ditandatangani pada 21 Desember 2025 lalu, dan saat ini sedang proses ratifikasi di kedua pihak.
Deputi PM Zhumangarin dalam sambutannya menyampaikan Indonesia merupakan mitra kunci bagi Kazakhstan dalam mengembangkan kerja sama ekonomi dan politik di Asia Tenggara.
Pemerintah Kazakhstan juga menyatakan kesiapan untuk membuka babak baru kerja sama ekonomi, termasuk melalui implementasi Indonesia–EAEU FTA.
Saat ini, Kazakshtan tengah menjalankan program revitalisasi ekonomi nasional, termasuk percepatan transformasi digital.











































