Mengaku Kiai dan Santri Gus Dur, Pria Asal Pasuruan Tipu Warga Banyumas

5 hours ago 14

Sabtu, 14 Maret 2026 – 12:26 WIB

Mengaku Kiai dan Santri Gus Dur, Pria Asal Pasuruan Tipu Warga Banyumas - JPNN.com Jateng

Ilustrasi penipuan. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jateng.jpnn.com, BANYUMAS - Aksi penipuan dengan modus pengobatan spiritual kembali terjadi di wilayah Banyumas, Jawa Tengah. Seorang pria berinisial RSD (56) ditangkap aparat Polresta Banyumas setelah diduga menipu warga dengan berpura-pura sebagai tokoh agama yang bisa menyembuhkan penyakit.

Kapolresta Banyumas Kombes Petrus P. Silalahi mengatakan pelaku merupakan warga Pasuruan, Jawa Timur. Dia ditangkap tim Reserse Mobile (Resmob) Satreskrim Polresta Banyumas di wilayah Kabupaten Sragen pada Kamis (12/3) dini hari setelah diburu selama sekitar dua pekan.

“Pelaku menggunakan modus mengaku sebagai kiai dan santri dari Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang dapat menyembuhkan penyakit. Korban kemudian diminta melepas perhiasan untuk didoakan, namun setelah itu pelaku melarikan diri,” kata Petrus, Jumat (13/3).

Kasus tersebut terungkap setelah adanya laporan dari korban berinisial PW (57), warga Desa Jompo Kulon, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas.

Peristiwa penipuan terjadi pada Rabu (25/2) sekitar pukul 09.30 WIB di pinggir Jalan Raya Desa Jompo Kulon. Saat itu korban sedang berjalan kaki sebelum dihampiri pelaku yang mengendarai mobil minibus berwarna silver.

Pelaku yang mengenakan peci putih, baju koko putih, sorban kotak-kotak, dan sarung kemudian mempersilakan korban masuk ke dalam mobil.

Di dalam kendaraan tersebut, pelaku mulai berbincang dan menawarkan pengobatan spiritual dengan dalih mampu menyembuhkan berbagai penyakit.

Korban yang percaya kemudian diminta melepas gelang dan cincin untuk didoakan dengan cara direndam dalam air.

Seorang pria berinisial RSD (56) ditangkap aparat Polresta Banyumas setelah diduga menipu warga dengan berpura-pura sebagai tokoh agama.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google News

Read Entire Article
| | | |