jpnn.com, JAKARTA - Dalam dunia trading, istilah volatilitas sering muncul, terutama saat pasar sedang tidak stabil.
Situasi ini tercermin pada kondisi pasar saat ini, di mana tingkat volatilitas cenderung meningkat sejak pertengahan 2025.
Fenomena ini sering menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi trader pemula, tetapi, pasar yang volatil tidak selalu berarti buruk. Untuk dapat trading dengan lebih tenang dan percaya diri, Anda perlu mengerti apa itu volatilitas dan bagaimana cara menghadapinya.
“Volatilitas justru dinantikan oleh trader berpengalaman karena mereka bisa memaksimalkan potensi profit mereka,” ujar pakar trading Muhammad Agam.
Secara sederhana, volatilitas pasar adalah ukuran seberapa banyak dan cepat harga sebuah aset seperti forex atau kripto berubah dalam periode waktu tertentu.
Volatilitas tinggi adalah kondisi ketika harga aset bergerak naik atau turun secara cepat dan signifikan dalam waktu singkat. Sebaliknya, jika pergerakan harga cenderung stabil dan berubah secara perlahan, maka volatilitasnya rendah.
Dengan memahami apa itu volatilitas dan bagaimana pergerakannya, Anda bisa lebih siap menghadapi dinamika pasar serta menyusun rencana trading yang lebih matang dan terukur.
Lantas, apa yang memicu volatilitas pasar? Ada beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab, seperti sentimen pasar: Reaksi investor terhadap berita, rumor, atau isu global dapat memengaruhi pergerakan harga.










































