jpnn.com, JAKARTA - Berbagai upaya pendampingan yang dilakukan Bea Cukai di sejumlah daerah menunjukkan dampak nyata bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) yang berpotensi ekspor.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai Budi Prasetiyo mengatakan melalui pendekatan asistensi langsung dan komunikasi intensif, pelaku UMKM memperoleh pemahaman teknis mengenai prosedur ekspor dan kepercayaan diri untuk memperluas pasar hingga mancanegara.
"Langkah ini sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi daerah berbasis produk lokal," kata Budi Prasetiyo dalam keterangannya, Rabu (11/2).
Pada Jumat (23/1), Bea Cukai Cikarang melaksanakan kegiatan Customs Visit Customer (CVC) ke UMKM Syarisah Batik, pelaku usaha kreatif di Kabupaten Bekasi yang bergerak di bidang batik.
Berdiri sejak 2017, usaha ini bertransformasi dari produsen bolu batik menjadi pengrajin batik berciri khas Bekasi pada 2022, seiring peningkatan kapasitas dan pembinaan dari Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bekasi.
Melalui kunjungan tersebut, Bea Cukai memberikan edukasi mengenai peran kepabeanan, peluang pengembangan usaha, serta potensi pemanfaatan fasilitas kepabeanan dan cukai.
"Pendampingan ini memberi manfaat langsung bagi pelaku usaha dalam memahami jalur ekspansi usaha, termasuk peluang memanfaatkan platform digital dan orientasi ekspor agar produk budaya lokal mampu menjangkau pasar yang lebih luas," ujar Budi.
Pendekatan serupa juga dilakukan di Kuala Tungkal pada 5-6 Februari 2026 saat Bea Cukai Jambi mengunjungi PT Agro Lestari Jabung Indoglobal, eksportir lidi nipah di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.










































