jpnn.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada Selasa pagi bergerak melemah 16 poin atau 0,09 persen menjadi Rp 17.859 per dolar Amerika Serikat (AS) dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 17.843 per USD.
Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan pelemahan kurs rupiah dipengaruhi rapuhnya hasil perundingan damai antara AS dan Iran.
“Rupiah dipengaruhi oleh faktor global risiko geopolitik yang masih rapuh terkait hasil perundingan AS dan Iran," ujar Rully Selasa (23/6).
Rully menjelaskan walaupun harga minyak dunia menunjukkan tren penurunan dan relatif stabil, tetapi index dollar tetap tinggi di level 101.
"Pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah tipis dengan kisaran di Rp 17.810 per USD-Rp 17.860 per USD," kata dia.
Mengutip Sputnik, Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa dia akan kembali menyerang Iran jika Teheran tidak memaksa sekutunya di Lebanon untuk berhenti "menimbulkan masalah”.
Media melaporkan bahwa delegasi Iran meninggalkan ruangan karena pernyataan Trump dan tidak akan kembali kecuali dia meminta maaf.
Ancaman tersebut memaksa delegasi Iran untuk mengumumkan bahwa mereka tidak akan berpartisipasi dalam pertemuan empat pihak (Iran, AS, Qatar, dan Pakistan).








































