jpnn.com, JAKARTA - Dukungan terhadap pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura dinilai sangat tinggi di kalangan petani dan civitas akademika.
Hal tersebut terungkap dalam hasil survei Komunitas Muda Madura (KAMURA) yang dipaparkan dalam seminar nasional di Jakarta.
Paparan hasil survei tersebut disampaikan dalam Seminar Nasional bertajuk “KEK Tembakau: Instrumen Pemerataan dan Transformasi Ekonomi Madura” yang digelar oleh LP3ES di Hotel Diradja, Kamis (29/1).
Mohamad Nabil, perwakilan Tim Perumus Naskah Akademik KEK Tembakau Madura, mengatakan survei tersebut menjadi bagian dari penyusunan naskah akademik sebagai dasar pengajuan KEK kepada pemerintah pusat.
Menurutnya, perumusan kebijakan ini menempatkan petani sebagai subjek utama.
“Kerangka berpikir kami adalah memuliakan petani. Tembakau menjadi napas ekonomi rakyat,” ujar Nabil.
Dia menambahkan, nilai tambah komoditas tembakau selama ini banyak terserap ke luar daerah tanpa memberikan dampak signifikan bagi Madura.
Nabil menjelaskan, kondisi tersebut memperparah ketimpangan wilayah, di mana kontribusi ekonomi Madura masih tertinggal dibandingkan wilayah lain di Jawa Timur.













































