jateng.jpnn.com, SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana masih mengkaji pembangunan jembatan yang putus akibat luapan Sungai Beringin.
Hingga kini, belum ada kepastian kapan jembatan penghubung tersebut akan dibangun kembali.
Sejak Kamis (15/1) malam, ratusan warga Kampung Tambaksari, Kelurahan Mangkang Wetan, dan Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, terisolasi setelah jembatan yang menjadi satu-satunya akses penghubung roboh diterjang arus deras Sungai Beringin.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang Suwarto mengatakan jembatan yang roboh tersebut merupakan jembatan sementara yang sebelumnya dibangun oleh BBWS Pemali Juana. Oleh karena itu, Pemkot Semarang tidak dapat memutuskan secara sepihak untuk membangun kembali jembatan darurat.
“Itu memang jembatan sementara yang dibangun oleh BBWS Pemali Juana. Kami masih melakukan kajian untuk pembangunan selanjutnya,” kata Suwarto, Rabu (28/1).
Menurut Suwarto, kondisi Sungai Beringin saat ini masih berarus deras karena musim hujan. Hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama sebelum memutuskan pembangunan jembatan, karena jika dilakukan tanpa perhitungan matang, jembatan berisiko kembali hanyut.
“Sungainya sekarang masih deras. Kalau dibangun lagi tanpa perhitungan, bisa hanyut lagi dan justru menambah masalah,” ujarnya.
Selain faktor alam, keterbatasan material juga menjadi kendala apabila pembangunan jembatan darurat dilakukan dalam waktu dekat. Kondisi itu membuat pembangunan jembatan darurat pada tahun ini belum dapat dipastikan.










































