jatim.jpnn.com, SURABAYA - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Surabaya menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Surabaya Jalan Yos Sudarso, Senin (15/6).
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan sejumlah tuntutan mulai dari penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga penolakan terhadap pengesahan RUU Polri.
Koordinator aksi Arsyad Habibillah mengatakan demonstrasi dilakukan sebagai bentuk keberpihakan mahasiswa terhadap kondisi masyarakat yang dinilai semakin terbebani akibat berbagai kebijakan pemerintah.
Menurutnya, kenaikan harga BBM berpotensi memicu lonjakan harga kebutuhan pokok yang pada akhirnya memberatkan masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah.
“Kami menolak kenaikan harga BBM. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat karena harga bahan pokok ikut naik. Banyak keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Arsyad saat berorasi.
Selain itu, mahasiswa juga mendesak pemerintah melakukan revitalisasi penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Tak hanya itu, massa aksi turut menyoroti kondisi perekonomian nasional, khususnya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa waktu terakhir.
Mereka meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kondisi ekonomi dan menjaga stabilitas nilai tukar. Isu lain yang menjadi sorotan adalah pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Polri.




































